Scroll untuk baca artikel
Example 1231x615
Example 728x250
News

APH Dan Pemerintahan Cisoka Tidak Ada Nyali Tutup Toko Obat Tramadol Dan Hexymer Berkedok Toko Kosmetik Di Cisoka, Sampai Warga Mengamuk

62
×

APH Dan Pemerintahan Cisoka Tidak Ada Nyali Tutup Toko Obat Tramadol Dan Hexymer Berkedok Toko Kosmetik Di Cisoka, Sampai Warga Mengamuk

Share this article
Example 468x60

CISOKA, Tangerang, kabarrakyat.co.id – Warga Desa Cempaka geram pada penjual Obat Tramadol dan Hexymer. Warga mengamuk membuat 1 toko penjual Obat tramadol dan Hexymer berkedok toko kosmetik hancur oleh warga. Sudah bertahun tahun diperingatkan oleh warga seolah olah penjual obat tersebut menantang dan tidak ada kapok kapoknya.

Akibat lemah dan kurang tegas Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemerintahan Cisoka yang terkesan tutup mata dengan adanya penjualan barang tersebut yang bisa menghancurkan masa depan generasi penerus bangsa.

Akibat tidak adanya tindakan dari APH dan Pemerintah setempat akhirnya warga menggerudug toko obat. Karena warga sudah merasa lelah dan kesal tidak ada yang berani menutup toko obat di Kampung Sadang Desa Cempaka Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Minggu, (18/12/2022)

Atas peristiwa tersebut 1 toko obat tramadol dan Hexymer hancur di gasak oleh warga.

Ketua pemuda mengatakan pada awak media
” Sesuai fakta bertahun tahun dimediasi di Desa, komplit waktu bikin pernyataan, ada saksi yang ikut tanda tangan, ada fotonya, yang punya toko. selain toko obat juga yang punya toko miras di sidak oleh BPOM. Sampai membuat petisi, penyewa toko atau pedagang, warga dan ulama. Saya ada salinannya.

Sudah ditindak berkali-kali, tutup buka lagi, buka lagi kan gitu. Kata Ketua Pemuda.

Peristiwa kemarin sudah kelimak, yang punya dagangan obat (Si “M”-red) kerumah Saya (Ketua Pemuda – red) minta ijin untuk buka lagi. Saya, Ketua Pemuda tidak boleh, kalo buka lagi percuma warga pasti turun.
Nah akhirnya Gua sama Warga ke si “M” yang punya dagangan obat. Tidak meminta apa-apa, hanya minta pindah dari Desa Cempaka atau Desa Gua doang terserah mau dimana dimana kalo emang masih mau dagang obat mah jangan di Desa Cempaka, syukur syukur keluar dari Cisoka, ” ya udah bang gua gak mau dagang lagi ” kata si “M” udah salaman dengan saya benar Lo ya. Gua (si “M”) minta waktu seminggu mau cari kontrakan baru.

Namun sangat disayangkan, Tidak berapa lama, kok jualan lagi. sedangkan Saya (Ketua Pemuda) sudah menyampaikan ke Lurah bahwa “M” sudah mengalah mau pindah kenapa dapat seminggu lebih buka lagi.

Kebetulan warga sedang kumpul membuat parkiran Masjid tersulut pas lagi rame Warga, ada Santri, ada Imam Masjid atuh sudah jadilah hal ke kemarin ,” jelasnya.

Intinya atas kejadian tersebut Warga tidak mau ada lagi pedagang obat-obatan golongan G di Desa Cempaka, syukur syukur di Cisoka. Ungkapnya.

(Red KR/HR)

Example 120x600