Kabarrakyat.co.id”KABUPATEN TANGERANG”_Sejumlah Pejabat Pemerintah Kabupaten Tangerang pada Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB), dan Dinas Pendidikan, sepertinya memilih diam seribu bahasa enggan menanggapi pemberitaan dugaan kasus jual beli paket proyek yang diduga dilakukan oknum ASN di Kabupaten Tangerang.
Kelima Pejabat yang enggan menanggapi itu diantara, Kepala DTRB Hendri Hermawan, Sekretaris DTRB Erni, dan Kepala Bidang Persetujuan Bangunan Gedung (Kabid PBG) DTRB Deki Kusmayadi.
Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan H.Dadan Gandana, dan Sekretaris Dinas Pendidikan Agus Supriatna, termasuk Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.
Hal ini menimbulkan pertanyaan public seakan menutupi kasus yang benar terjadi, dan dugaan pembiaran sehingga memilih diam tanpa memberikan penjelasan apapun kepada public. Ada apa dengan Pejabat Kabupaten Tangerang ?
Sementara disisi lain, Sekretaris DPD Ormas Badak Banten Abdul Nasir “pria berambut gondrong” yang biasa disapa Datok mengatakan, akan segera mengawal dan mendorong kasus ini meminta Aparat Penegak Hukum (APH) diantaranya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, dan Kepolisian, untuk tidak tinggal diam segera lakukan penyelidikan dan penyidikan sesuai tugas pokok fungsinya masing masing agar sejalan dengan Pemerintah pusat saat ini dibawah kepemimpinan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto dalam pemberantasan pelaku tindak pidana korupsi.
Menurut Datok, kasus ini sebenarnya sudah menjadi rahasia umum dari tahun ketahun, namun belum cukup bukti untuk menguak nya. Tapi jika adanya pembiaran pada kasus ini dan para oknum pejabat yang terlibat jadi “Makelar proyek” tidak segera membersihkan diri, maka jangan salahkan kami untuk segera turun kejalan bersama ratusan masa melakukan aksi unjuk rasa dilingkup Pemkab Tangerang, menuntut pemerintahan yang bersih bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), “Tandasnya. Rabu, (5/11/25). (Romi/tim).
Sebelumnya : https://kabarrakyat.co.id/fakta-mengejutkan-oknum-pengusaha-mengaku-deposit-paket-proyek-dinas-hingga-15
