Scroll untuk baca artikel
Example 1231x615
Example 728x250
Hukrim

Antonio Simbolon Kecewa, Masih Ada APH Yang Diduga Melindungi Oknum TNI Yang Jadi Mafia BBM Bersubsidi

147
×

Antonio Simbolon Kecewa, Masih Ada APH Yang Diduga Melindungi Oknum TNI Yang Jadi Mafia BBM Bersubsidi

Share this article
Example 468x60

JAKARTA, Kabarrakyat.co.id, — Pengacara publik sekaligus Ketua organisasi Lembaga bantuan hukum (LBH) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Topan RI. Antonio Simbolon SH. Tak bisa menutupi kekecewaannya terkait masih adanya oknum Aparat penegak hukum (APH) termasuk penyidik POM AU Halim Perdana Kusumah Jakarta timur, yang diduga melakukan penyelewengan dalam tugasnya, termasuk bermain-main dengan laporan atau pengaduan masyarakat. Minggu (28/04/2024).

 

Antonio Simbolon mengaku kecewa lantaran sudah empat kali dirinya bersama tim mendatangi POM AU Halim Perdana Kusumah, untuk melaporkan oknum anggota TNI AU inisial MS alias memed yang diduga telah melakukan tindak pidana penyelewengan penyalahgunaan dan penimbunan BBM bersubsidi jenis solar atau menjadi mafia BBM solar bersubsidi.

 

Diketahui sebelumnya dengan kasus yang sama pada hari senin 08 April 2024 Antonio Simbolon juga telah resmi melaporkan Oknum Anggota TNI AD inisial FM ke Denpom Jaya/Jayakarta Detasemen Polisi Militer Jaya 2, Jakarta timur. Dengan surat tanda laporan pengaduan nomor STTL/52/IV/2024.

Namun ternyata selain FM ada juga MS alias Memed oknum anggota TNI AU, yang mana berdasarkan bukti dan informasi, kuat dugaan Memed adalah pendana atau bos besar dari kegiatan ilegal tersebut.

 

” Saya betul-betul kecewa dengan Lembaga penegak hukum di negeri ini ternyata masih ada oknum Aparat penegak hukum (APH) yang diduga melakukan penyelewengan dalam tugasnya, termasuk bermain-main dengan laporan atau pengaduan masyarakat, faktanya kami sudah beberapa kali bahkan sampai empat kali kami mendatangi POM AU Perdana Kusumah untuk melaporkan oknum anggota TNI AU inisial MS alias memed, namun laporan kami terkesan di permainkan ” ungkap Antonio Simbolon, menjawab wartawan.

 

 

Pernyataan itu disampaikan Antonio Simbolon menanggapi pertanyaan wartawan. Soal kekecewaannya terhadap aparat hukum.

 

Simbolon juga menerangkan bahwa dirinya sudah mengikuti dan menuruti apa yang penyidik minta namun tetap saja terkesan tidak di tanggapi. 

 

” Pertama, tanggal 15 April 2024 ketemu dengan anggota inisial AI yang ke Kedua, tanggal 22 April 2024 ketemu dengan piket penyidik yang enggan memberi tahukan nama dan kontak beliau hanya memberi nomor Hotline Satpom Halim, Ketiga tanggal 23 April 2024 ketemu lagi dengan AI dan hanya memberi saran agar laporan langsung diterima selain bukti-bukti harus membawa saksi-saksi katanya pada waktu itu, dan yang ke keempat, tanggal 26 April 2024, bertemu dengan inisial SLT atau team piket penyidik, dengan membawa bukti dan para Saksi laporan belum juga diterima, hanya tanya jawab lisan sebagai proses awal untuk melakukan penyelidikan ” terang Antonio Simbolon. 

 

Antonio Simbolon menegaskan seharusnya kalau sudah ada bukti dan saksi mengenai keterlibatan yang bersangkutan dalam hal ini maka seharusnya yang bersangkutan sudah di panggil untuk diperiksa. 

 

” Saat kami datang untuk melaporkan MS alias memed, dengan membawa bukti-bukti yang sangat kuat dan saksi-saksi pihak penyidik POM AU Halim Perdana Kusumah malah mengatakan bukti-bukti dan saksi kurang kuat, bahkan penyidik mengatakan akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu, jika terbukti maka laporan akan di terima, saya berfikir kok malah kebalik jangan-jangan penyidik masuk angin ?, maksud saya kalau Pelaku-pelaku rawan ini sudah diidentifikasi nanti akan ketahuan siapa saja yang terlibat dalam kasus ini kan begitu ” tegasnya.

 

Penulis : **/Muiz

Example 120x600