KABUPATEN TANGERANG”Kabarrakyat.co.id”_Proyek Pembangunan Tebing Saluran Pembuang di Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang – Banten, kembali menjadi sorotan setelah ditemukan retakan memanpanjang dengan kondisi bangunan yang terbelah. Kerusakan ini diketahui terjadi pada Kamis (27/11/2025).
Hal ini memunculkan kekhawatiran warga, karena struktur terancam runtuh meski baru berusia sekitar satu tahun.

Warga sekitar mengaku heran dengan kondisi tersebut. Mereka menyebut tidak ada cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, banjir bandang, maupun gempa bumi yang terjadi di wilayah tersebut beberapa waktu terakhir.
Lokasi proyek berada tepat di depan Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Daar El-Qolam Jayanti. Proyek ini disebut-sebut dibangun oleh OPD Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran Tahun 2024, dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.
Kondisi keretakan yang muncul dalam hitungan bulan membuat publik mempertanyakan mutu kualitas pekerjaan dan pengawasan dari dinas teknis.

Menanggapi hal ini, Aktivis Gerakan Anak Negeri (GARI), Amirsyah menilai, retaknya tebing saluran tersebut mengindikasikan adanya persoalan mutu kualitas konstruksi. Menurutnya, beberapa faktor bisa menjadi penyebab, mulai dari pelaksanaan yang tidak sesuai desain atau standar teknis hingga lemahnya pengawasan.
“Pengerjaan mungkin tidak tepat, tidak sesuai gambar desain atau standar teknis. Itu yang membuat kualitas bangunannya kurang baik,” ujarnya.
Aktivis kelahiran aceh itu menegaskan, pembangunan yang menggunakan anggaran negara seharusnya memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, bukan justru rusak dalam waktu singkat.
“Dinas harus bertanggung jawab untuk segera memperbaiki bangunan itu. Ini bukan proyek jangka pendek. Kalau tidak ada tanggung jawab kami siap kawal, dan meminta Inspektorat melakukan audit apakah pengerjaannya sudah sesuai standar atau belum. Kinerja pengawas pun harus dipertanyakan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air DBMSDA Kabupaten Tangerang yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tidak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 27 November 2025.
Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui pasti mengenai pihak pelaksana pada pekerjaan tersebut, berapa nilai pasti anggaran yang digunakan, serta penyebab terjadinya keretakan hingga terbelahnya tebing saluran ini.
(Romi)
