Scroll untuk baca artikel
Example 1231x615
Example 728x250
News

Diduga Ada Praktek Prostitusi Online Dihotel Swissbellin Cikande, HRD Swissbellin : Kami Tidak Pernah Mengijinkan

215
×

Diduga Ada Praktek Prostitusi Online Dihotel Swissbellin Cikande, HRD Swissbellin : Kami Tidak Pernah Mengijinkan

Share this article
Example 468x60

SERANG, kabarrakyat.co.id,-hasil penelusuran awak media ini melalui dunia maya online melalui Aplikasi Michat, bahwa diduga ada praktek protitusi online dihotel Swissbellin Cikande. Hal ini diketahui, dimana ketika kita membuka Aplikasi Michat melalui Telpon Genggam/HP android untuk mencari teman sekitar, maka akan bermunculan beberapa para penguna Akun di Aplikasi Michat dengan jarak Kilo Meter ( KM ) yang bervariasi, dari jarak ratusan Meter hingga Kilo Meter akan terdeksi secara otomatis teman terdekat sesama penguna Akun.

Aplikasi sejenis Michat tersebut terindikasi banyak digunakan para wanita yang menawarkan diri untuk dikencani oleh para lelaki pengemar kencan dengan wanita idaman lain. Para perempuan penguna Akun tersebut secara mayoritas memasang tampilan profil pada Akunnya dengan pose seksi serta isian biodata Tentang : Open BO, bahkan ada juga ditemukan dengan tulisan Ready.

Untuk memastikan keberadaan para wanita cantik dengan penampilan seksi di akun Aplikasi Michat tersebut. Awak media ini melakukan penelusuran dengan cara menjalin komunikasi melalui Chatingan, dengan menanyakan lokasi stanby nya dimana. Si pemilik akun tersebut membalas melalui Chatingan juga, mengatakan bahwa dirinya stay di Hotel Swissbellin Cikande Moderen.

Awak media ini pun menuju lokasi Hotel Swissbellin yang berlokasi di kawasan industry moderen cikande kabupaten serang-Banten. Setibanya dilokasi, Awak media ini melakukan Chatingan dengan si wanita berparas cantik dan seksi yang ada di Apilkasi Michat tersebut. Lalu, untuk memastikan keberadaan calon tamunya tersebut, Wanita tersebut meminta bukti poto kebenaran keberadaan calon tamunya, katanya banyak yang PHP ( istilah ) mereka.

Setelah itu calon tamunya mengirim Poto kebenarannya, bahwa sudah ada dilokasi sekitaran Hotel Swissbellin yang terletak diwilayah Kawasan Industry Moderen Cikande, dan calon tamunya tersebut diminta ke Minimarket sejenis Indomaret agar melakukan transaksi Boking room terlebih dahulu dengan kode Akses yang mereka kirim. Setelah melakukan transaksi pembayaran OVO dengan nilai yang sudah tertera dalam pembayaran si calon tamu diminta agar struk bukti pembayarannya di poto dan dikirim kepadanya.

Photo didapat dari salah satu Akun” Ledis” yang ada didalam Aplikasi Michat.

Setelah bukti pembayaran diterimanya, kemudian wanita tersebut meminta agar tetap menunggu sebentar di Indomart, dirinya mau minta kode Akses selanjutnya.

Setelah menunggu beberapa saat, wanita tersebut mengirimkan kode Akses kembali dengan nomor yang berbeda, agar si calon tamunya ini melakukan transaksi satu kali lagi. Adapun transaksi kedua tersebut alasannya untuk Deposit, dan setalah keluar dari kamar dengan durasi waktu yang ditentukan, maka uang yang katanya deposit/jaminan tersebut akan dikembalikan.

Namun, apabila biaya deposit/uang jaminan tersebut tidak dibayar maka tidak bisa berlanjut untuk bertemu dengan Ledis/wanita yang ada di Aplikasi Michat tersebut.

Karena harus melakukan transaksi kembali dengan nominal yang sama, awak media inipun mencoba menelusuri kebenarannya, dengan cara mendatangi Hotel Swissbellin cikande untuk bertemu dengan pihak management Hotel Swissbellin. Namun, dikarenakan hari minggu pihak management hotel tidak ada, menurut Security/Satpam Hotel.

Keesokan harinya awak media ini kembali berkunjung ke Hotel Swissbellin Cikande Moderen dengan maksud untuk bertemu menemui pihak management Hotel. Setelah menunggu kurang lebih 10 menit, awak media inipun bertemu dengan saudara Nanang Sofiandi yang mengaku sebagai HRD Hotel Swissbeliin Cikande Moderen.

Dalam pertemuan tersebutlah awak media ini memperkenalkan diri serta sekaligus melakukan konfirmasi terkait dugaan adanya praktek transaksi prostitusi online via Aplikasi Michat pelakunya diduga ada didalam Hotel Swissbellin.

Dengan adanya dugaan tersebut, awak ini melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen Hotel Swissbellin, untuk memastikan terkait kebenarannya dan sejauh mana keterlibatan dari pihak manajemen selaku pengelolah Hotel.

Nanang Sofiandi HRD. Hotel Swissbellin Cikande Moderen Saat Dikonfirmasi.

Berkaitan dengan dugaan tersebut dibantah oleh saudara Nanang Sofiandi (HRD).

Menurut Nanang Sufiandi,” kami dari pihak Hotel Swissbellin Cikande Moderen tidak menyediakan ataupun menawarkan pelayanan Praktek Prostitusi yang dimaksud. Tetapi jika ada tamu kami yang berprilaku seperti apa yang disampaikan awak media ini, hal itu terlepas dari pengetahuan kami selaku pihak pengelolah. Jawab Nanang kepada awak media ini.

 

Ketika mendengar tanggapan ataupun keterangan yang disampaikan oleh Saudara Nanang Sofiandi yang membantah terkait Dugaan Adanya Praktek Protitusi di Hotel Swissbellin Cikande Moderen. Secara tidak langsung Prilaku yang dilakukan oleh para wanita-wanita cantik dan seksi penguna Aplikasi Michat yang menawarkan diri untuk Open BO / Kencan yang mengaku stanby dihotel Swissbellin Cikande Moderen yang terindikasi dengan jumlah yang diperkirakan lebih dari satu ledis tersebut telah mencemarkan nama baik Hotel Swissbelin Cikanda Moderen tersebut.

Lebih lanjut awak media ini menyampaikan kepada saudara Nanang Sofiandi. Bahwa ada pengakuan dari salah satu penguna akun Aplikasi Michat membenarkan bahwa dirinya satu manajemen dengan “Ladis” yang dimaksud. Menurutnya, Ledis tersebut memiliki beking dua orang tinggi besar yang selalu mendampingi.

Namun, meskipun kami satu manajemen, tetapi kami memiliki baking yang berbeda. Terangnya via chating dan juga kontak lisan via Aplikasi Michat.

Selain itu, salah satu Ledis tersebut menjelaskan mengenai pembayaran kedua yang dimaksud untuk Deposit tersebut benar adanya. Tapi bisa ditawar dan tidak diharuskan sama nilainya dengan Pembayaran Boking room.

Apabila ada yang bertanya kepada orang-orang yang bekerja di Hotel Swissbellin Cikande Moderen mengenai jasa pelayanan kencan/Open BO, mereka pasti bilangnya tidak ada. Karena bos kami sudah bekerja sama dengan pihak Hotel.

Meskipun secara detail, terkait apa yang disampaikan oleh awak media ini kepada saudara Nanang Sofiandi mengenai persoalan tersebut. Namun, HRD Hotel tersebut tetap mengelak, bahkan berkali-kali mengatakan tidak ada.

Dengan demikian, konfirmasi awak media ini pun disudahi. Sebelum berpamitan untuk beranjak keluar dari Lobby Hotel, awak media ijin minta nomor telpon Whatsapp dengan tujuan untuk share berita, dengan legowo saudara Nanang memberikan nomornya.

Setelah beranjak dari konfirmasi tersebut dengan durasi waktu kisaran 30 menit. Awak media ini menerima pesan singkat melalui Chat WhatsApp dari saudara Nanang Sofiandi. Adapun contoh mengenai isi dari percakapannya sebagai berikut.

HRD : Sore Pak
KR : Ya sore juga pak
HRD : Ya Pak Terkait Tadi..
HRD : Pada Intinya Kami Tidak Memberikan
Ijin
HRD : Jika tdk keberatan, nanti saya telpon
pak
HRD : Setelah Magrib
KR : Oke Pak Siap

Setelah Magrib awak media ini tidak mendapat telpon dari saudara Nanang Sofiandi. Tetapi, ke esokan harinya kisaran kurang lebih pukul 9 pagi wib, awak media ini menerima telpon seluler dari saudara Nanang Sofiandi (HRD).

Sebagian kecil yang dikutip awak media ini, isi dalam obrolan via telpon seluler tersebut, beliau (HRD) masih bercerita terkait intinya Pihaknya tidak mengijinkan dan keberatan apabila diberitakan, ini terkait citra Swissbellin dan iapun mengatakan disuruh manajer agar menghubungi pihak dari media Kabarrakyat.co.id.

Mengingat obrolan via telpon kurang maksimal, akan maksud dan tujuan yang disampaikan dari pihak Hotel Swissbellin Cikande Moderen. Agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan, awak media ini mengajak saudara Nanang Sofiandi untuk bertemu didarat saja, supaya lebih jelas.

Ajakan awak media inipun disetujui untuk bertemu dengan waktu yang disepakati. Namun, waktu yang dijawalkan sudah berkali-kali selalu gagal, dengan bebagai alasan, dan terakhir rencana akan bertemu pada tanggal 14 Januari 2023, tetapi ketika waktu yang dijawalkan tiba, awak media ini sudah berada disekitaran kawasan industri moderen Cikande, lokasi Hotel Swissbellin.
Awak media ini kembali mengubungi HRD, jawabnya masih di Swissbellin Cilegon semua agenda diundur.

Keesokan harinya tanggal 14 Januari 2023, awak media ini kembali menghubungi HRD, dengan menanyakan jam berapa bisa ketemu. Beliau HRD menanyakan Posisi awak media, lalu awak media ini mengatakan didekat polsek cikande, apakah saya langsung menuju kantor?.

HRD kembali menjawab ; Saya belum sampai, dan lalu awak media ini membalas Chatingan yang dijalin Via pesan singkat WhatsApp ; Oke Pak Ditunggu, kabari kalau sudah sampai.

Tetapi sangat disesalkan sampai dengan berita ini diterbitkan, saudara Nanang Sofiandi HRD Hotel Swissbelin Cikande Moderen kabupaten serang Banten tidak kunjung memberikan kabarnya, apakah sudah sampai atau belum.

 

Penulis : Nero02. 

Example 120x600